Senin, 01 Maret 2010

Holiday in the beach



Sebiru hari ini, birunya bagai langit terang benderang
Sebiru hati kita, bersama di sini
Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita, walau kita kan terpisah
Bukankah hati kita telah lama menyatu
Dalam tali kisah persahabatan ilahi
Pegang erat tangan kita terakhir kalinya
Hapus air mata meski kita kan terpisah
Selamat jalan teman
Tetaplah berjuang
Semoga kita bertemu kembali
Kenang masa indah kita
Sebiru hari ini
Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita, walau kita kan terpisah

Selasa, 23 Februari 2010

"Maaf sz d Washington"

Hari ke-3, minggu pertama masuk kuliah semester genap. Semangat masih menyala-nyala bak semangat pejuang '45. Apalagi hari ini ada kuliah jam pertama, jam 7 pagi. Dosennya siapa ya? aku nggak tahu. Selesai sholat subuh berjamaah dan pembinaan pagi ma temen2 asrama wagil, segera aku menanak nasi biar sebelum berangkat nanti bisa sarapan. Abis itu kusiapkan semua keperluan buat kuliah 1 hari ini. Huff...hari ini ada 3 mata kuliah. jam ke-1 (07.00-09.30), jam ke-2 (09.30-12.00) dan jam ke-3 (13.00-15.00). Sebenere kemarin dah tak program, tiap hari cuma ada 2 mata kuliah. Tapi nggak tau juga, tiba2 dari recording atau jurusan, entahlah, ada yang diganti jadwalnya. Jadi ancur deh jadwalnya. yang awalnya jumat kosong momplong, jadi ada kuliah. Jam ke-5 lagi (jam 18.00-20.30)...busyet dah...jadinya klo mau mudik ya kudu sabtu pagi...hikz..hikz... Tapi tak mengapa wis, keep FIGHT!!!
Kok jadi kemana-mana nih...Ok, kita kembali ke topik...
Abis itu segera lah aku menuju kamar mandi, siap2, sarapan dan berangkat....^_^

"D12, berarti di lantai 3", aku segera berjalan cepat menuju gedung D dan menaiki tangga demi tangga. Karena nggak mau terlambat, akhirnya aku naiki tiap 2 anak tangga sekaligus. Meskipun aku pake' rok, biar aja wis..yang penting cepet nyampek D12. Setelah sampai di kelas, ternyata sudah ada beberapa temenku. Akhirnya kami bercengkerama sambil nunggu dosennya. Dan satu per satu temenku yang lain datanglah ke kelas.

"Siapa dosennya?", tanya salah satu temenku.
"Ndak tau.", jawabku.
"Pak David.", timpal temenku yang lain.
"Ha???Pak David??? Beneran???", spontan aku dan beberapa temenku kaget.
Memang, dosen ini terkenal nyentrik dalam mengajar. Orangnya sih pinter, pinter banget. Tapi kami sebagai mahasiswa beliau, sering nggak nyambung kalau diajar beliau. Kalau istilah kami sih "bahasanya tingkat tinggi". Hihihi...nilainya sih gak terlalu sulit. Standar lah...beliaunya juga suka "guyon". tapi ya gitu deh..kita sebagai mahasiswanya sering nggak nyambung. Yang alhasil..."nggak dapet ilmunya coy..."

Setelah menunggu lama, hampir 1 jam gitu deh...
"Eh, Bapaknya mana sih?", salah satu temenku akhirnya bersuara juga.
"Jangan-jangan ke Luar negeri", timpal yang lainnya.
Ya. Dosen ini memang terkenal sering ke luar negeri. Biasanya sih ke USA. Gak tau deh..sibuk amat. sekali-kali kita sebagai mahasiswanya diajak gitu kan enak..hehehe...
"Siapa yang punya nomor bapaknya?", tanyaku karena sudah merasa menyia-nyiakan waktu yang ada. (nggaya rek...^_^)
"Aku ada.", sahut temenku.
"Minta ya..Bapaknya mau gak ya di SMS? Gak punya pulsa telepon nih.", tanyaku ke temen2. Memang, tanggal tua, gi bener2 kanker.
"wah..jangan-jangan. kita pulang ja wis." kata temenku yang berharap bapaknya tidak datang.
"Nih nomornya", temenku yang lain memperlihatkan HPnya ke aku.
"Tak SMS ya..." akhirnya aku ketik sebuah SMS untuk Bapak david tercinta : "selamat pagi Pak David, maaf, saya Yuli dari kelas AC Seminar Perbankan. Hari ini Bapak bisa mengajar atau tidak? terima kasih."

Lama sekali tidak ada jawaban. Sampai teman2 pun satu per satu meninggalkan kelas. sampai akhirnya hanya tinggal bertiga, aku dan kedua temanku, ketika ada satu pesan yang masuk ke HPku. Ku buka pesan itu...alhamdulillah, balasan dari Pak David. But....

"Maaf sz d Washington."
Gludag!!! Spontan aku dan kedua temanku kecewa..(atau malah senang ya...entahlah...^^)

"kenapa gak bilang dari tadi Pak..", salah satu temanku yang mungkin juga merasa kecewa akhirnya mengeluarkan kekecewaannya.
Pak David..Pak David...